70 Syahid di Tepi Barat Sejak Awal Tahun, Israel Paksa Warga Tulkarm Mengungsi
Tepi Barat, 3 Februari 2025 - Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa 70 warga Palestina telah gugur sejak awal tahun ini akibat operasi militer yang dilakukan oleh tentara pendudukan Israel di Tepi Barat. Sementara itu, pasukan Israel memaksa 75% penduduk Kamp Pengungsi Tulkarm meninggalkan rumah mereka secara paksa.
Jumlah Korban Jiwa di Tepi Barat
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serangan yang dilakukan oleh tentara Israel telah menyebabkan 70 warga Palestina gugur sejak awal tahun 2025, termasuk 10 anak-anak, seorang wanita, dan dua orang lansia.
Secara rinci, para korban berasal dari beberapa wilayah berikut:
- 38 syahid dari Jenin
- 15 dari Tubas
- 6 dari Nablus
- 5 dari Tulkarm (utara)
- 3 dari Hebron
- 2 dari Betlehem (selatan)
- 1 dari Yerusalem
Sejak 21 Januari 2025, tentara Israel melancarkan operasi militer di Kota Jenin dan kamp pengungsinya, yang telah menewaskan 25 warga Palestina hingga Minggu malam. Serangan ini meluas ke Tulkarm dan kampnya pada hari Senin lalu, yang mengakibatkan tiga warga Palestina gugur.
Pengungsian Paksa di Tulkarm
Gubernur Tulkarm mengumumkan bahwa pasukan Israel telah memaksa lebih dari 75% warga di Kamp Pengungsi Tulkarm untuk meninggalkan rumah mereka secara paksa.
Gambar yang diperoleh oleh Al Jazeera menunjukkan gerakan tentara Israel di jalan-jalan kota, serta kendaraan militer yang menyerang pedagang sayur di pasar kota.
Operasi militer Israel di Kota Tulkarm dan kamp pengungsinya telah memasuki hari kedelapan berturut-turut, dengan penyebaran luas pasukan tentara Israel di berbagai wilayah kota dan kamp tersebut.
Bentrok di Tamun
Sementara itu, media Palestina melaporkan bahwa tentara Israel menggunakan kendaraan lapis baja dalam serangannya ke Kota Tamun di Tubas, sesuatu yang belum pernah terjadi sejak Intifada Pertama.
Selain itu, tentara Israel memaksa 12 keluarga Palestina keluar dari rumah mereka di Tamun dan mengubahnya menjadi pangkalan militer.
Kanal 14 Israel melaporkan bahwa tentara Israel menggunakan kendaraan lapis baja "Eitan" dalam operasi militernya di Tamun.
Kendaraan ini dikembangkan oleh Direktorat Merkava dan Kendaraan Lapis Baja Kementerian Pertahanan Israel dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 2016. "Eitan" (yang berarti "kuat" dalam bahasa Ibrani) adalah kendaraan lapis baja roda delapan dengan berat kurang dari 35 ton, dilengkapi sistem perlindungan aktif, kecepatan maksimum 90 km/jam, dan dapat membawa 12 tentara serta 3 awak. Kendaraan ini juga bisa dipersenjatai dengan meriam 30-40 mm.
Di sisi lain, Brigade Tubas dari Saraya Al-Quds menyatakan bahwa pejuangnya di unit Tamun sedang menghadapi pasukan Israel di berbagai titik pertempuran dan menghujani mereka dengan tembakan.
Serangan Berlanjut di Tepi Barat
Untuk hari kedua berturut-turut, tentara Israel melanjutkan serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka di Kamp Al-Far’a dan Kota Tamun, di Provinsi Tubas, Tepi Barat bagian utara.
Sejak dimulainya perang genosida di Gaza, tentara Israel dan pemukim ilegal meningkatkan serangan mereka di Tepi Barat, termasuk di Yerusalem Timur. Serangan ini telah menyebabkan:
- Lebih dari 900 warga Palestina gugur
- Sekitar 6.700 warga terluka
- Penangkapan 14.300 warga Palestina
Menurut data resmi Palestina, tindakan brutal ini terus meningkat seiring agresi yang dilakukan Israel di Gaza dan Tepi Barat.
Sumber: Al Jazeera + Agensi Berita

Posting Komentar